Selasa, 06 September 2011

Memilih Sepeda Dilihat Dari Kondisi Jalan

Berbagai kondisi jalan kadang memaksa kita untuk berfikir, kira2 sepeda apa yang cocok buat kita terutama yang mempunyai hobby bersepeda. Berikut ada sedikit jawaban yang juga harus dilihat kondisi jalan seperti apa yang paling sering kita hadapi saat bersepeda.

Pilihan Sepeda dengan Kondisi Dominan Jalan Rusak

Untuk medan dengan kondisi jalan banyak yang rusak paling aman menggunakan sepeda jenis Hybrid dan MTB. Sepeda hybrid memang mempunyai banyak keunggulan untuk Gowes, karena tapak banyak relatif agak lebar, biasanya ukuran 700 X 35 – 38, sehingga masih berani melewati jalan yang tidak rata, apalagi jika ditunjang dengan penggunaan suspensi depan juga.
Lingkar rodanya yang berukuran 700c menjanjikan laju kecepatan yang cukup tinggi. Untuk sepeda jenis MTB yang biasanya menggunakan ukuran ban yang lebar,  ukuran 26 X 1.75 – 2.10 sangat handal untuk melibas jalan rusak dan berlubang. Apalagi jika memakai suspensi depan maupun belakang. Kelemahan dari sepeda MTB adalah, bobotnya yang lebih berat dan efisiensi kayuhan yang berkurang karena tapak ban yang lebar rolling resistantnya tinggi, lingkar roda yang lebih kecil (26 dan perlawanan gaya hentak saat mengayuh yang diakibatkan oleh penggunaan suspensi depan dan belakang (bobing).
Sementara penggunaan ban dengan ukuran tapak lebih kecil, misal 26 X 1.38 – 1.50 sangat membantu karena dengan ukuran ban itu masih memungkinkan untuk melewati jalan jelek dan efektifitas kayuhan masih relatif tinggi. Untuk ukuran 26 X 1.00 – 1.25 menurut sejumlah teman Goweser kurang direkomendasikan karena mudah bocor untuk jalan rusak, kecuali yang memiliki fitur anti puncture, namun dengan harga cukup mahal.

Pilihan Sepeda dengan Kondisi Dominan Jalan Mulus

Untuk medan dengan kondisi jalan mulus bisa menggunakan sepeda jenis City Bike, road bike (disarankan yg memakai stang flat bar, karena jika menggunakan drop bar akan cukup merepotkan ketika membawa tas punggung), Hybrid dan sepeda lipat”, demikian Saran dari beberapa teman Goweser.
Jika kita menginginkan efisiensi penggunaan tenaga dan waktu direkomendasikan memakai road bike dan hybrid, karena biasanya 2 jenis sepeda ini memakai lingkar roda 700c sehingga kayuhan kita lebih sedikit untuk jarak yang sama dibandingkan lingkar roda 26’, 20’ dan 16’. Selain itu road bike dan hybrid biasanya mempunyai chain wheel depan yang besar (sampai 52T) dan gear sprocket belakang yang kecil (sampai  11T). Dua jenis sepeda tersebut di atas juga memiliki ukuran tapak ban yang kecil, sehingga rolling resistant terhadap permukaan jalan juga lebih kecil.
Tetapi untuk ukuran ban yang sempit memperbesar resiko lebih mudah bocor. Terutama jika terkena pecahan kaca yang kecil-kecil. Untuk City bike cukup ok juga terutama dari sisi kenyamanan tapi lajunya masih kurang cepat karena biasanya ukuran chain wheel depan medium dan gear sprocket belakang yg kurang kecil (biasanya terkecil 14T). Untuk sepeda lipat? Sangat ideal terutama bagi yang menerapkan mix commuting dan kepraktisan saat parkir karena bisa dilipat dan di bawa ke dalam ruangan, kekurangannya terletak pada ukuran lingkar roda yang kecil sehingga laju dan efisiensi kayuhan relatif kurang.

Pilihan Sepeda dengan Kondisi Kombinasi Jalan Mulus dan Rusak

Saat Gowes dengan kondisi jalan campuran antara mulus dan rusak direkomendasikan menggunakan sepeda Hybrid, sebagaimana keunggulan-keunggulannya telah dijelaskan sebelumnya. Sesuai dengan gelar yang disandangnya ‘Hybrid’ tipe jenis sepeda ini memang dirancang untuk mengakomodir dua medan sekaligus yang berbeda, light off-road dan on-road biking.
Pilihan tetap ada di tangan Goweser. Untuk menentukan pilihan tersebut semoga artikel ini bisa membantu.

READ MORE - Memilih Sepeda Dilihat Dari Kondisi Jalan

Tips Memilih Ban Sepeda Balap (Roadbike) – Clincher atau Tubular

Tire (Ban) merupakan lapisan terluar komponen wheelset kita, berfungsi membungkus rims (velg) ketika wheel mengalami kontak langsung dengan jalan (road).
Untuk sepeda balap (roadbike) pada umumnya terdapat 2 jenis ban, yaitu clincher dan tubular, manakah yang lebih sesuai untuk kebutuhan kita. Banyak pembalap profesional menggunakan tubular tire, seperti apakah perbedaan kedua jenis ban tersebut.
Berikut beberapa perbedaan antara Clincer tire dan Tubular tire untuk sepeda balap (Roadbike) :
Tubular Tire
Tubular Tire
TUBULAR TIRE :
- Dari semua pilihan jenis ban (tire), tubular memiliki daya hambatan paling rendah ketika bersentuhan dengan road (lowest rolling resistance).
- Tubular tire lebih ringan dibandingkan jenis lain.
- Tubular rims lebih ringan dibandingkan clincer rims.
- Tekanan ban Tubular lebih besar dibandingkan ban jenis Clincer.
- Pada kasus ban kempis (flat tire), stability dan safety rider lebih aman  dengan ban jenis tubular.
- Ketika rider mengalami ban kempis, tubular tire lebih mudah pengendaliannya ketika riding.
- Perlu lem atau perekat ketika pemasangan pada rims.
- Memerlukan rims jenis tubular.
- Digunakan sebagian besar pembalap profesional.
clincher tire
clincher tire
CLINCHER TIRES:
- Dari semua pilihan jenis ban (tire), jenis clincher merupakan paling berat.
- Clincher tire menggunakan ban dalam, sehingga menambah beban wheelset dan menambah daya hambatan gelinding roda (rolling resitance).
- Perlu adanya rims liner (sabuk rims), menambah berat wheelset.
- Ban jenis clincher memiliki berat lebih dibandingkan dnegan jenis tubular.
- Rolling resistance (hambatan daya gelinding) lebih besar di bandingkan jenis tubular.
- Pada kasus ban kempis, penggantian tidak secepat jenis tubular.
- Tidak perlu menggunakan lem, ketika pemasangan pada rims.
- Dapat langsung digunakan setelah selesai instalasi pada rims dan penambahan angin. Tidak perlu menunggu perekat melekat sempurna, seperti pada Tubular Tire.
- Pada kasus ban kepis (flat tire), berdampak langsung pada stability dan safety rider.
Untuk kebutuhan race ataupun training race, tubular tire merupakan pilihan yang tepat. Berat yang ringan, daya hambat yang rendah merupakan penunjang utama untuk meraih hasil maximal ketika race.
Pro Tour seperti Tour de France, bobot seringan mungkin pada komponen wheelset sangat berpengaruh. Tidak hanya ringan, instalasi yang cepat ketika mengalami ban kempis (flat tire) merupakan hal pokok pada event pro tour.
Rims wheelset khusus digunakan untuk tubular tire, Rims jenis clincher tidak bisa digunakan untuk Tubular tire.
Tubular Tire untuk Clincher Rims
Tubular Tire untuk Clincher Rims
Saat ini sudah banyak beredar tubular tire yang bisa dipasang pada rims clincer (misal TOFU tubles bicyles tire).
Tire jenis ini dapat dipasang di rims clincher, memiliki fitur yang tidak kalah dengan tire yang murni tubular.
Tofu tubular bahkan tidak memerlukan perekat ketika instalasi, tidak perlu adanya linner rims, lebih ringan dan dapat langsung digunakan setelah instalasi pada wheelset selesai.
Untuk stability dan safety sesuaikan rims dengan jenis yang kita pakai, harga jenis ban tubular tentunya lebih mahal di bandingkan jenis clincher.
Wheelset rims jenis tubular juga lebih mahal dibandingkan clincher rims.


READ MORE - Tips Memilih Ban Sepeda Balap (Roadbike) – Clincher atau Tubular

Rabu, 24 Agustus 2011

RALEIGH BERSTANG MIRIP CYCLOIDE

Salam Onthel….
Stang dengan kontruksi tuas rem masuk kedalam batang stang seperti biasa kita lihat di sepeda simplex cycloide, sepeda germany dan sepeda italia ternyata pabrikan england pun membuatnya.
Pabrikan  sepeda tersebut adalah  Raleigh Industries mereka memproduksi varian sepeda Raleigh dengan kontruksi rem seperti itu..
Yang jadi pertanyaan adalah siapakah negara  yang pertama kali menggunakan tehnologi sistem rem sepeda tersebut ,England, holland atau Italia ?
Sebagai referensi, berikut ini sepeda koleksi dari temen di thailand.


READ MORE - RALEIGH BERSTANG MIRIP CYCLOIDE

10 Sepeda Dengan Konsep yg Unik & Kreatif

 
1. Laptop-Charging Bike Concept
 
Mungkin konsep sepeda boxiest adalah yg paling aerodinamis, tapi bagian paling menarik dari desain aneh Yuji Fujimura telah tidak ada hubungannya dengan penampilan. Ini adalah sepeda listrik yg memiliki docking station untuk laptop, yang dibebankan oleh baterai di sepeda ketika Anda naik. Tentu, itu mungkin tidak nyaman dan Anda akan dirobohkan dalam waktu sebentar oleh sedikit embusan angin.
 
2. Incredible Folding Backback Bicycle
 
bertualang untuk bersepeda gunung ? - tapi perjalanan ke sana kadang-kadang mengambil alih daerah yang penggemar harus dinegosiasikan dengan berjalan kaki, dan sepeda yang paling tidak mudah untuk dibawa. Tas sepeda lipat Bergmönch menghilangkan masalah itu. Tidak hanya kecil dan ringan,sepeda ini juga mampu melipat dirinya sendiri dalam waktu kurang dari dua menit dalam konfigurasi yg nyaman.
 
3. Solar Powered Electric Bike
 
Dirancang oleh Miroslav Miljevic, sepeda listrik ini memiliki atap yang baik untuk melindungi pembalap dari matahari dan hujan dan juga untuk mengumpulkan energi surya.Sepeda Ini dibuat untuk orang-orang yang tidak merasa sampai dengan tuntutan fisik bersepeda, tapi masih ingin mendapatkan sisa manfaat.
 
4. Collapsible Bike Concept
 
Portabilitas adalah kunci ketika datang ke sepeda masa depan, dan desainer konsep menemukan cara-cara kreatif luar biasa untuk membuat sepeda cahaya dan dilipat. Desain oleh Blair ini tidak hanya Harry terurai menjadi paket kecil, tetapi juga menyediakan ruang penyimpanan dalam bentuk tas diposisikan antara roda. Terburu-buru juga menetapkan untuk meningkatkan sikap pengendara, mengatakan "Saya memutuskan masalah-masalah ini dengan memindahkan posisi pedal di belakang pengendara dan bergerak beberapa tekanan berat badan mereka di bagian depan tulang pinggul, menggunakan bagian depan yang luas dari kursi dan ke lengan mereka dengan mendukung menonjol dari menangani.
 
5. BMW Concept Bikes
 
tidak mengherankan bahwa beberapa konsep sepedayg keren merupakan rancangan oleh para pembuat mobil BMW. Tidak jelas apa konsep-konsep ini diciptakan, tetapi dengan bentuk berwarna-warni sepeda motor-esque dan proporsi, mereka memberikan beberapa inspirasi untuk membawa desain sepeda pas ke abad ke-21.
 
6. Bizarre Di-Cycle
 
Dirancang untuk membawa pengendara di atas tanah maupun air, konsep sepeda aneh ini dirancang khusus untuk kota Helmond di Belanda dan Dibuat oleh GBO Desain, yang Di-Siklus jauh oleh bulkier dari sepeda tradisional - yang tampaknya membatasi penerapannya,tetapi tidak menawarkan solusi menarik untuk perjalanan amfibi.
 
7. Minimalist Theft-Proof Computer-Aided Bicycle
 
Dengan roda spokeless dirancang untuk menghilangkan hambatan angin, ban yang tidak bisa dibuka, tidak ada rantai terlihat dan bingkai minimalis, sepeda ini adalah keberangkatan yang pasti dari desain lama sekolah. Merupakan gagasan Olimpiade Chris Boardman pengendara sepeda, sepeda ini memiliki baterai bertenaga surya yang membantu pengendara sampai bukit-bukit dan bahkan memiliki perangkat sidik jari-membaca yang hanya memungkinkan pemiliknya untuk bersepeda. Komputer kecil di setang menghitung jumlah kalori yang terbakar berdasarkan berapa kali pedal berputar. Ini jelas merupakan suatu sepeda masa depan: Boardman memperkirakan bahwa tidak akan tersedia untuk setidaknya dua dekade.
 
8. Nulla: Ultramodern Spokeless Bike
 
Nulla berarti "tidak" dalam bahasa Italia, dan meskipun sepeda ini lebih dekat ke "apa-apa" daripada kebanyakan, masih jauh dari sesuatu. Seperti pencurian sepeda-bukti minimalis oleh Chris Boardman, yang nulla tidak memiliki hub atau drive rantai mungkin untuk melihat sleekest, namun yang paling futuristik.
 
9. Honda U3-X: If Unicycles and Segways Mated
 
Honda U3-X adalah seperti Segway bagi orang-orang yang malas dan memungkinkan si pengguna untuk mengontrolnya hanya dengan bersandar tubuh mereka sedikit. Tentang seukuran tape retro, orang-U3 X adalah baterai bertenaga dan pergi hanya 4mph. Namun mengingat bahwa hal itu adalah sebuah perangkat mobilitas terkecil di dunia, sepeda ini mungkin bisa menginspirasi konsep-konsep lain yang sedikit lebih berguna di dunia nyata.

10. Grasshopper: Folding Electric Bike
 
Tentu saja, beberapa desainer berani mengambil sepeda lipat ke tingkat berikutnya dengan membuat mereka bertenaga listrik. Tapi tak satu pun sudah cukup sejauh David Gonçalves, yang tidak hanya desain Belalang membawa Anda ke sana kemari, tetapi juga bisa menjadi latihan sepeda stasioner dan bahkan menghasilkan dan menyimpan energi Anda yg dihasilkan saat mengayuh.
READ MORE - 10 Sepeda Dengan Konsep yg Unik & Kreatif

LIMA KOTA DI ASIA YANG NYAMAN UNTUK BERSEPEDA

Bersepeda banyak manfaatnya. Selain sehat, bisa mengurangi polusi demi menyelamatkan bumi. Dari sekian banyak kota di Asia, ada lima kota yang ramah bagi pesepeda. Kota ini memiliki jalanan yang mulus, pemandangan yang indah dan pemerintah yang peduli dan mendorong warganya bersepeda. Inilah daftar 5 kota di Asia yang paling nyaman untuk bersepeda.

1. Kyoto

Semua orang bepergian dengan mengendarai sepeda. Begitulah kesan pertama yang akan muncul bagi pengunjung baru di kota ini. Setiap pagi, hampir semua orang dari berbagai kalangan biasa meluncur melalui jalan-jalan sempit kota ini dengan bersepeda. Beberapa diantara mereka bahkan membawa penumpang.


Sangat mudah mencari alasan mengapa bersepeda begitu populer di kota ini. Alasannya, sebagian besar permukaan kota ini rata dan lalu lintasnya teratur. Banyak gang dibuat sebagai jalan pintas. Tata kota yang berpola kisi-kisi juga membuat seseorang tidak akan mudah tersesat.


Kyoto Cycling Tour Project juga menawarkan paket tur dan informasi bersepeda bagi para turis.

2. Beijing
“Kota sepeda” pertama di Asia ini sekarang lebih dikenal karena pertumbuhan lalu lintas kendaraan bermotornya yang pesat. Namun, infrastruktur untuk pesepeda di kota ini masih menjadi yang terbaik di Asia.
Jalur sepeda menutupi hampir tiap jengkal kota ini. Selain itu, para pengendara sepeda dapat dengan mudah menjumpai bengkel-bengkel kecil di jalanan. Bengkel tersebut menjual berbagai keperluan bersepeda dengan harga miring. Jumlahnya pun tidak terhitung.
Bagi yang (pemalu), masalah keselamatan bisa menjadi perhatian. Masalahnya, pemakaian helm seringkali diabaikan. Begitu pula dengan rambu-rambu lalu lintas.
Bila ingin menghindari kesemrawutan lalu lintas, anda disarankan untuk bersepeda melalui daerah Hutong dan merasakan jalanan tua di sana. Jalan labirin di daerah tersebut dapat menghindarkan anda dari kemacetan.
Selain itu, anda juga dapat sekaligus melihat-lihat berbagai pemandangan di daerah tersebut seperti rentetan jemuran dan sangkar burung yang bergelantung, wanita tua yang menjajakan sayuran, dan orang bermain catur di pojokan.
Agen perjalanan China Guide menawarkan tur keliling Hutong dengan bersepeda.

3. Kaohsiung
Kota ini adalah “kota sepeda” paling ramah di Taiwan. Kota ini memiliki jaringan jalur sepeda yang akan terus dikembangkan hingga 150km –tidak buruk untuk kota yang dikenal dengan kepadatan lalu lintasnya. Di kota ini terdapat tempat penyewaan sepeda. Saat ini sudah ada 50 tempat penyewaan yang juga dikenal dengan nama C-Bike. Harga sewanya mulai dari 30 dolar Taiwan untuk setengah jam pertama, dan 15 dolar untuk setengah jam berikutnya. Bagi Anda yang berencana bersepeda selama dua hingga empat hari dari Kaohsiung, kami menyarankan Anda mengambil jalur menuju Taitung lewat jembatan lintas selatan pulau.

4. Jeju
Siapa pun Anda yang pernah bersepeda di Jeju akan mengatakan, kota tersebut adalah kota ternyaman untuk bersepeda di Korea Selatan. Pulau ini dikelilingi jalur sepeda sepanjang 182km lengkap dengan pemandangan alam yang indah. Perjalanan mengitari pulau memakan waktu tiga sampai lima hari. Tempat penyewaan sepeda dapat ditemukan di dekat terminal bus Kota Jeju dan Yongduam Rock.

5. Singapura
Mobil mungkin masih menjadi pilihan utama moda transportasi di Singapura, tapi tak dapat dipungkiri, budaya bersepeda di sana sedang berkembang. Beberapa tahun terakhir, pemerintah Singapura sedang menggalakan sepeda sebagai alat transportasi, bukan hanya sebagai kegiatan senang-senang. Untuk itu telah dibangun jalur sepeda di jalanan utama kota. Jalur sepeda tersebut terus berkembang tiap minggunya. Rencananya, akan dibangun jalur sepeda di tujuh kota yang akan selesai pada 2014.



sumber : kopasdunk
READ MORE - LIMA KOTA DI ASIA YANG NYAMAN UNTUK BERSEPEDA